Optimalisasi Pengawasan Proses Produksi sebagai Upaya Pengendalian Mutu Produk

Tanggal 22 Oktober 2014 Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Mengadakan Kegiatan Kegiatan Studium General I (Optimalisasi Pengawasan Proses Produksi sebagai Upaya Pengendalian Mutu Produk)

Pada sesi pembukaan Sambutan disampaikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Universitas Jember yaitu Drs. Suhartono, MP. Pada sambutannya ketua program studi menyampaikan bahwa pembicara pertama yaitu Bp. Ir. Wasis Pramono, MM merupakan praktisi di bidang pengawasan proses produksi sejak tahun 2000. Lebih lanjut Kaprodi menyampaikan bahwa pembicara kedua merupakan akademisi di bidang manajemen operasi.

Setelah sambutan Ketua Program Studi, dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan acara Studium general oleh Pembantu Dekan II FISIP Universitas Jember yaitu Drs. Rudy Eko Pramono, M.Si. Pada sambutannya PD II menyampaikan bahwa pelaksanaan Studium general perlu dilakukan sebagai bukti bahwa program studi peduli terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada dunia bisnis. Oleh karena itu stadium general selalu mendatangkan pembicara dari luar atau stakeholder. Pada sambutannya PD II juga memberikan pesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan untuk berdialog dengan pemateri.

Pemateri pertama yaitu Ir. Wasis Pramono, MM, selaku Direktur Mitra Tani 27 Jember memberikan materi tentang Pengendalian Proses Produksi PT Mitra Tani 27 Jember. Pada awal presentasinya, Bp. Wasis menyampaikan sekilas tentang PT. Mitra Tani 27 Jember. Pada presentasinya dijelaskan bahwa Sebelum PT. Mitratani Dua Tujuh berdiri, diawali dengan penelitian penanaman Edamame di Jember sejak tahun 1992. Edamame adalah tanaman yang berasal dari negara yang beriklim subtropis yang coba dibudidayakan di Indonesia yang beriklim tropis. Uji coba ini dilakukan berulang ulang hingga tahun 1994. Berdasarkan hasil uji coba budidaya edamame yang berhasil dan menghasilkan product Edamame yang memiliki cita rasa yang berbeda jika dibandingkan dari negara asalnya, bahkan Edamame Indonesia dikatakan lebih baik. Berawal dari itu dan market Edamame di Jepang cukup besar maka pada tahun 1994 didirikanlah PT. MITRATANI DUA TUJUH. PT. Mitratani Dua Tujuh secara hukum berdiri sejak tahun 1994, yang diresmiikan oleh Menteri Keuangan RI (Bapak Mar’i Muhammad) bersama Menteri Pertanian RI (Bapak Syafrudin Baharsyah), pada tanggal 26 Nopember 1994. Secara operasional PT. Mitratani Dua Tujuh start pada tahun 1995 yang memulai eksportnya untuk tujuan Jepang. Lebih lanjut Ir. Wasis Pramono, MM menyampaikan bahwa Pengendalian proses adalah disiplin ilmu yang melibatkan statistika dan teknik yang melibatkan pembuatan mekanisme dan algoritma untuk mengendalikan keluaran dari suatu proses tertentu. Sebagai contoh adalah sistem pengaturan temperatur ruangan agar temperatur ruangan terjaga konstan setiap saat, misalnya pada 20 °C. Pada kasus ini, temperatur disebut sebagai variabel terkendali. Selain itu, karena temperatur diukur oleh suatu termometer dan digunakan untuk menentukan kerja pengendali (apakah ruangan perlu didinginkan atau tidak), temperatur juga merupakan variabel input. Temperatur yang diinginkan (20 °C) adalah setpoint. Keadaan dari pendingin (misalnya laju keluaran udara pendingin) dinamakan variabel termanipulasi karena merupakan variabel yang terkena aksi pengendalian.

optimalisasiDr. Edy Wahyudi, MM (tengah) sedang membacakan curriculum vitae pemateri,

diapit oleh Ir. Wasis Pramono, M.M (kiri), dan Dr. Djoko Poernomo, M.Si

Pemateri kedua yaitu Dr. Djoko Poernomo, M.Si. Pada awal paparannya beliau menyampaikan pengertian produk, type produk, komponen produk, pengertian mutu, sampai dengan pengendalian mutu produk dan proses. Pada penjelasannya disampaikan bahwa ada delapan dimensi mutu, Yaitu:

  1. Penampilan (performance), suatukarakter utama hasil produk
  2. Gambaran atau keistimewaan (features)
  3. Ketahanan (reliability)
  4. Kesesuaian (conformance)
  5. Lama bertahan (durability)
  6. Kemampuan pelayanan (serviceability)
  7. Estetika (asthetics)
  8. Mutu yang dirasakan (perceived quality)

Lebih lanjut Dr. Djoko Poernomo, M.Si, menyampaikan bahwa pengendalian mutu atau control mutu adalah proses deteksi dan koreksi adanya penimpangan atau perubahan segera setelah terjadi, sehingga mutu dapat dipertahankan. Ada beberapa langkah yang dikerjakan, antara lain: a) evaluasi kinerja dan control produk; (b) membandingkan kinerja actual terhadap tujuan produk; (c) bertindak terhadap perbedaan atau penyimpangan mutu yang ada. Sedangkan faktor fundamental yang mempengaruhi mutu adalah men, money, materials, machines, modern information methods, markets, management, motivation dan mounting product requirement. Pada akhir paparannya disampaikan kesimpulan bahwa kegiatan mengawal system transformasi berjalan tepat waktu, tepat material, tepat tenaga kerja, tepat proses, tepat biaya, tepat spesifikasi produk. Lingkup pengendalian mulai dari input, prose dan output dilakukan secara terencana dengan menyiapkan aat-alat pengendali.

Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata kepada kedua pembicara oleh ketua program studi ilmu administrasi bisnis.