Peran Human Resources Departement dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan

Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis pada tanggal 11 Nopember 2014 melaksanakan kegiatan Studium General II dengan Tema Peran Human Resources Departement dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan). Kegiatan diawali dengan Sambutan ketua program studi ilmu administrasi Bisnis yaitu Drs. Suhartono, MP. Pada sambutannya Kaprodi menyampaikan bahwa penyelenggaraan stadium general merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mahasiswa dan dosen di prodi adminitrasi bisnis. Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan Peran Human Resources Departement dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan.

Setelah sambutan ketua program studi selanjutnya sambutan sekaligus pembukaan acara stadium general oleh Dekan yaitu Prof. Dr. Hary Yuswadi, MA. Pada sambutannya Dekan menyampaikan bahwa upaya peningkatan kinerja karyawan tidak hanya dilakukan oleh sektor bisnis, tetapi instansi pemerintah seperti perguruan tiinggi juga dituntut meningkatkan kinerja pegawai. Terkait dengan tema yang diusung dalam studium general kali ini sangat sesuai dengan program Universitas Jember dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai.

peran sdmNampak Imam Santoso, SH (kiri) Kaprodi Administrasi Bisnis Drs, Suhartono, MP (tengah) dan Drs. Poerwanto, MA (kiri)

Pemateri pertama Bp. Imam Santoso, SH memberikan menjelasan mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia dan Human Resouce Development. Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia – bukan mesin – dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya. Lebih lanjut, Bp. Imam menyampaikan bahwa HRD adalah singkatan dari Human Resources Development. Dalam ilmu terapannya, HRD biasa disebut sebagai “Personalia” atau “Kepegawaian”. HRD dalam manajemen juga biasa disebut dengan “Human Capitol” atau “Human Resources Management”. Arti lain dari Human Resources Development (Sumber Daya Manusia/SDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pada akhir paparannya disampaikan bahwa seorang HRD yang baik memiliki ciri:

  • I do what you love, love what you do : dimana orang yang berhasil dan dapat dikatakan baik dalam bidang HRDnya apabila ia melakukan pekerjaan atau kegiatan dengan cinta, dan ia mencintai kegiatan atau pekerjaan yang ia lakukan.
  • Gratefull : Tidak mudah menyerah , seseorang berhasil dalam pekerjaan karena ia tidak mudah menyerah dan terus berusahadengan semua masalah dan hambatan yang ada.
  • Healthy Live : bersyukur akan semua yang didapatkan dan selalu menerima apa yang telah ia lakukakan, karena ada pepatah bilang apa yang kamu tanam maka itu yang akan kamu dapatkan.
  • Integritas : orang yang berhasil dalam HRD adalah orang yang dapat berbicara dan dapat menerpakan perkataannya dengan perbuatan, tidak hanya itu ia juga dapat mengontrol pribadinya dengan norma-norma lingkngan yang ada.
  • Social Skill : kemampuan berhubungan dengan orang lain denngan baik dan dapat bergabung dengan berbagai kalangan dan golongan.
  • Dream and Think Big : bermimpi dan berpikir besar dimana setiap orang dapat bermimpi dan meluangkan pemikiran yang besar dan berkembang untuk perusahaan dan organisasi yang mereka naungi.
  • Confidence : kepercayaan diri mampu meningkatkan hasil yang maksimal.
  • On Time : tepat waktu, dengan kamu selalu disiplin untuk tepat waktu secara tidak sadar kamu merhargai dirimu dan orang lain.
  • Open Minded : berpikiran terbuka dan selalu mengikuti semua perubahan positif yang ada.
  • Respect : menghargai, menghormati dan peka akan suatu perubahan yang ada pada lingkungan sekeliling kita.
  • Never Give Up : jangan mudah putus asa.
  • Just Perfom : lakukan semaksimal mungkin dan berikan yang terbaik.

Pemateri kedua adalah Dr. Sasongko, M.Si yang diwakili oleh Drs. Poerwanto, MA. Pada materinya yang berjudul Sumberdaya Insani Era Hipercompetiton ini, disampaikan bahwa Proses produksi dan pemasaran memasuki era: Information technology, Flexible time & Niroffice worker— SDI siap bekerja secara lentur baik waktu mau pun tempat (contoh: gerai McD’s tersebar di seluruh penjuru dunia: Indonesia siang Amerika malam)– perbankan Indonesia sdh masuk ke model layanan nirkantor, konsekuensinya diperlukan : Knowledge worker: (Educated and knowledgable people). — memiliki wawasan global; menguasai perkembangan ilmu, pengetahuan dan teknologi; memahami dan menguasai bahasa dan budaya asing; siap untuk dididik secara berkelanjutan. Contoh: Bob Sadino (SMA) — Kemchick; A.Kadir (SMA) – RIDAKA – kerajinan pelepah pisang, enceng gondok dll — pasar internasional. Susi Pudjiastuti (SMP)—Susi air, menteri KKP. Lebih lanjut disampaikan bahwa ada enam unsur utama struktur organisasi, yaitu:

  1. Spesialisasi kerja: sampai tingkat mana tuga dibagi-bagi menjadi pekerjaan yang terpisah sesuai dengan bidangnya.
  2. Departementalisasi: dasar yang dipakai untukmengelompokkan sejumlah pekerjaan
  3. Rantai komando: berkaitan dengan wewenang—hak yang inheren dalam suatu posisi manajerial untuk memberi perintah
  4. Rentang kendali: jumlah bawahan yang dapat diarahkan secara efisien dan efektif
  5. Sentralisasi dan desentralisasi: sampai sejauh mana keputusan dipusatkan atau dialihkan
  6. Formalisasi: sampai tingkat mana pekerjaan dibakukan.

Pada akhir pemaparannya Drs. Poerwanto, MA menjelaskan baha Teknologi Organisasi merujuk pada informasi, peralatan, teknik, dan proses yang diperlukan untuk mengubah masukan menjadi keluaran (Robbins (1990). Perrow (1967-1970) menganalisis organisasi dari aspek sosiologi. TO merupakan tindakan seorang terhadap sebuah obyek, dengan atau tanpa bantuan alat perlengakapan mekanis, untuk membuat perubahan terhadap obyek tersebut. TO dipandang sebagai pengetahuan – task variability yaitu keanekaragaman dlm proses pekerjaan, dan problem analyzability yaitu kemampuan menganalisis prosedur pekerjaan. Dua dimensi tsb digunakan untuk menyusun klarifikasi teknologi organisasi – routine, engineering, craft, non-routine.

One thought on “Peran Human Resources Departement dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan

  • Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in and view the post's comments. There you will have the option to edit or delete them.

Comments are closed.